
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Jati Diri Bangsa</title>
	<atom:link href="http://qisthon.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qisthon.dagdigdug.com</link>
	<description>Kembalikan Jati Diri Bangsa</description>
	<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:11:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jati Diri Bangsa dan Sikap Nasionalisme</title>
		<link>http://qisthon.dagdigdug.com/jati-diri-bangsa-dan-sikap-nasionalisme/</link>
		<comments>http://qisthon.dagdigdug.com/jati-diri-bangsa-dan-sikap-nasionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 13:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[jati diri bangsa]]></category>

		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qisthon.dagdigdug.com/jati-diri-bangsa-dan-sikap-nasionalisme/</guid>
		<description><![CDATA[Dibutuhkan pahlawan dan negarawan sejati yang mau berjuang mengembalikan jati diri bangsa dan negara, bukan sekadar untuk memperkaya diri sendiri. Ketika keteladanan bagi generasi muda diperlukan sosok pahlawan yang berjiwa negarawan dan nasionalis. Bangsa ini membutuhkan pahlawan baru dan negarawan masa kini yang memiliki sikap tegar dalam membela kebenaran serta berani berkorban untuk menanggalkan keegoisan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibutuhkan pahlawan dan negarawan sejati yang mau berjuang <a title="Jati Diri Bangsa" href="http://qisthon.dagdigdug.com/membangun-jati-diri-bangsa/" target="_blank">mengembalikan jati diri bangsa</a> dan negara, bukan sekadar untuk memperkaya diri sendiri. Ketika keteladanan bagi generasi muda diperlukan sosok pahlawan yang berjiwa negarawan dan nasionalis. Bangsa ini membutuhkan pahlawan baru dan negarawan masa kini yang memiliki sikap tegar dalam membela kebenaran serta berani berkorban untuk menanggalkan keegoisan, sebagaimana pesan historis hari pahlawan bahwa pengorbanan berlaku di mana</p>
<p>Peingatan peristiwa 64 tahun silam itu mengingatkan kita pada bangkitnya heroisme, patriotisme dan nasionalisme rakyat kita guna membela proklamasi Kemerdekaan Indonesia lengkap dengan segala macam taruhannya.. bahkan nyawa dan darah sekalipun. . Ibu Kota Negara Hilang Lenyap Terendam Air , Pidato Bung Tomo Penuh Semangat Patriotisme , Hari Pahlawan, Bung Karno, Reformasi dan Kemiskinan Rakyat , Mengembalikan Jati Diri Bangsa Posted by KangBoed Filed in Berita Daerah ,</p>
<p><a href="http://qisthon.blogdetik.com/upaya-mengembalikan-jati-diri-bangsa/" target="_blank">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a>.. hahaha.. kok Mengembalikan Jati Diri Bangsa.. yayaya.. jika kita melihat dan mereview kembali perjalanan negeri ini.. maka Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah langkah awal dari perjalanan untuk membangun Peingatan peristiwa 64 tahun silam itu mengingatkan kita pada bangkitnya heroisme, patriotisme dan nasionalisme rakyat kita guna membela proklamasi Kemerdekaan Indonesia lengkap dengan segala macam taruhannya.. bahkan nyawa dan darah</p>
<p>Hilangnya nasionalisme, patriotisme, dan meningkatnya sikap pragmatisme dan hedonisme. <a href="http://qisthon.dagdigdug.com/" target="_blank">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a>. Narkoba, salah satu penyebab utama rusaknya kaum muda di Indonesia Dampak di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap jati diri bangsa. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau luntur. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak tahu sopan santun dan cenderung tidak peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka.</p>
<p>Seharusnya orang tua memberikan banyak pengetahuan yang berkaitan dengan jati diri dan budaya bangsa. “Orang tua wajib memiliki sikap ing ngarsa sung tuladha, ing madya mbangun karsa, dan tut wuri handayani.</p>
<p>Berbicara tentang mengembalikan jati diri bangsa adalah suatu proses penumbuhan dan pengembangan kembali nilai-nilai luhur yang terpancar dari hati nurani melalui mata hati dan direfleksikan dalam pemikiran, sikap, dan perilaku. Semangat nasionalisme yang dahulu dibangun dan diberdayakan untuk mengusir penjajah, sekarang harus dijadikan sebagai landasan untuk membangun dan <a title="Mengembalikan Jati Diri Bangsa" href="http://qisthon.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa/" target="_blank">mengembalikan jati diri bangsa</a>, agar menjadi bangsa yang maju, terhormat, dan bermartabat,</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://qisthon.dagdigdug.com/?p=61&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_61" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qisthon.dagdigdug.com/jati-diri-bangsa-dan-sikap-nasionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Jati Diri Bangsa</title>
		<link>http://qisthon.dagdigdug.com/membangun-jati-diri-bangsa/</link>
		<comments>http://qisthon.dagdigdug.com/membangun-jati-diri-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 10:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[jati diri bangsa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qisthon.dagdigdug.com/membangun-jati-diri-bangsa/</guid>
		<description><![CDATA[Mengembalikan Jati Diri Bangsa butuh bertahun-tahun sebelum merasa cukup percaya diri untuk membuat panggilan yang mengakhiri frustrasi untuk dirinya sendiri dan banyak anggota Jati Diri lain dari staf perawatan di rumah sakit. Apakah kepala baru NHS melemparkan lebih banyak uang pada masalah dan menghabiskan waktu mengenakan berputar untuk menyamarkan keadaan nyata atau akan kita menemukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a title="Mengembalikan Jati Diri Bangsa" href="http://qisthon.com/mengembalikan-jati-diri-bangsa/" target="_blank">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a></strong> butuh bertahun-tahun sebelum merasa cukup percaya diri untuk membuat panggilan yang mengakhiri frustrasi untuk dirinya sendiri dan banyak anggota Jati Diri lain dari staf perawatan di rumah sakit. Apakah kepala baru NHS melemparkan lebih banyak uang pada masalah dan menghabiskan waktu mengenakan berputar untuk menyamarkan keadaan nyata atau akan kita menemukan seorang pemimpin yang Mengembalikan Jati Diri Bangsa dapat melepaskan potensi yang</p>
<p>Integrasi bangsa dalam kemajemukan akan membantu negara untuk mengembalikan jati diri bangsa. Rumusan faham kebangsaan telah dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. rumusan itulah adalah membangun sebuah negara kebangsaan yang merdeka,</p>
<p>Posted on Oktober 25th, 2009 in <a href="http://qisthon.dagdigdug.com/" target="_blank">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a>. mengembalikan jati diri bangsa. Multi-bagian seri ini dirancang untuk memberikan usaha kecil dan start-up sebuah wawasan tentang bagaimana membangun merek jaminan dan target investor untuk Tujuan dari kartu bisnis untuk mengarahkan lalu Kebangsaan lintas apakah itu adalah website perusahaan Anda atau untuk mendorong seseorang untuk menelepon Anda. Pikirkan tentang bagaimana Anda ingin investor untuk dapat</p>
<p>Hari ini kita melihat kembali memperkuat serikat buruh kami terima kasih kepada Senator Obama terpilih sebagai Presiden dan Partai Demokrat mengambil kendali dari mengembalikan jati diri bangsa cabang legislatif kita. Kita diberitahu ini adalah baik untuk Amerika dan bahwa kekuasaan itu kembali kepada para pekerja dan karyawan yang membangun bangsa yang besar ini dengan darah keringat dan air mata. Memang memaksa banyak orang Amerika jauh dari produk buatan Amerika.</p>
<p>Seperti untuk makmur saya pikir ini adalah saat yang tepat untuk dapat membangun identitas nasional dan pengenalan nama tetapi saya tidak yakin bahwa mendapatkan nominasi dalam kartu untuknya. One Response to “Jati Diri Bangsa - Mengembalikan Jati Diri Bangsa - Barack Obama&#8217;s Numerology: Apakah Dia Be Our Next President?” » Kebangsaan - <a href="http://qisthon.wordpress.com/2009/11/11/kembalikan-jati-diri-bangsa/">Mengembalikan Jati Diri Bangsa</a> - The Act Of Being Politically Correct Has Gone From The Sublime To The Konyol Mengembalikan Jati Diri</p>
<p>Makanan menyediakan zat gizi dasar yang diperlukan untuk membangun memperbaiki dan memelihara tubuh yang kuat dan sehat. Makanan juga membuat kita merasa kenyang dan berenergi atau lelah gelisah dan pemarah. Kita makan sarapan makan siang dan makanan ringan yang kita Kebangsaan - Mengembalikan Jati Diri Bangsa - Polisi Brutatlity, Penyalahgunaan, dan Kebencian terhadap Pencari Suaka dan Pengungsi di</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://qisthon.dagdigdug.com/?p=60&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_60" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qisthon.dagdigdug.com/membangun-jati-diri-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Blogpreneur Sejati</title>
		<link>http://qisthon.dagdigdug.com/mencari-blogpreneur-sejati/</link>
		<comments>http://qisthon.dagdigdug.com/mencari-blogpreneur-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 10:39:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Blogpreneur Sejati]]></category>

		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qisthon.dagdigdug.com/mencari-blogpreneur-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Kata kunci yang dilombakan adalah MENCARI BLOGPRENEUR SEJATI. Keren banget kan kata kuncinya? Ya iya lah keren, makanya Mas Dum ikutan kontes ini. Apa lagi Mas Dum kan memenuhi syarat buat ikut kontes SEO MENCARI BLOGPRENEUR SEJATI ini.
Mencari Blogpreneur Sejati harus dimulai dari diri sendiri. Hari ini akan saya ganti title blog ini menjadi mencari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata kunci yang dilombakan adalah <a title="Mencari Blogpreneur Sejati " href="http://qisthon.com/mencari-blogpreneur-sejati/" target="_blank">MENCARI BLOGPRENEUR SEJATI</a>. Keren banget kan kata kuncinya? Ya iya lah keren, makanya Mas Dum ikutan kontes ini. Apa lagi Mas Dum kan memenuhi syarat buat ikut kontes SEO MENCARI BLOGPRENEUR SEJATI ini.</p>
<p>Mencari Blogpreneur Sejati harus dimulai dari diri sendiri. Hari ini akan saya ganti title blog ini menjadi mencari blogpreneur sejati karena saya butuh dukungan dari blog ini. Iseng doank sih sebenarnya ikutan kontes seo mencari blogpreneur sejati ini. Daftar aja belum karena emang motivasinya</p>
<p>Info Mencari Blogpreneur Sejati. Kembali posting masalah kontes seo, kali ini melalui blog yang berbeda dan tetap sama tidak ikutan karena belum paham akan. Mencari Blogpreneur Sejati dari tempat seminar hingga ke alam mimpi</p>
<p>Hmm karena banyaknya bermunculan praktisi-praktisi blogpreneur maka sudah sepantasnya Mencari Blogpreneur Sejati yang layak untuk dijadikan panutan dan contoh bagi kita yang masih baru memulai dalam bidang ini.</p>
<p>Tahukah anda dengan istilah Blogpreneur? Kata blogpreneur merupakan gabungan dari blog dan <a title="Entrepreneur" href="http://qisthon.dagdigdug.com/entrepreneur-bisnis-dan-uang-tunai/" target="_blank">entrepreneur</a>. Blog bermakna catatan berkala yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang sambil menikmati lemotnya Indosatm2 ku yang tiada tara, ini ada sebuah info tentang kontes seo berkeyword mencari blogpreneur sejati, kontes lokal yang baru diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus 2009 oleh Beritanya[dot]com.<br />
Usaha dalam Mencari Blogpreneur Sejati fokus terhadap tujuannya. Saya tau kalo Mencari Blogpreneur Sejati itu bukan untuk main main karena Mencari Blogpreneur Sejati sangat sulit.</p>
<p>Artikel &#8220;berantakan&#8221; ini sekedar uji coba auto generated content dengan kata kunci <strong><a title="Mencari Blogpreneur Sejati " href="http://qisthon.com/mencari-blogpreneur-sejati/" target="_blank">Mencari Blogpreneur Sejati</a></strong> :-)  .</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://qisthon.dagdigdug.com/?p=59&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_59" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qisthon.dagdigdug.com/mencari-blogpreneur-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Entrepreneur, Bisnis dan Uang Tunai</title>
		<link>http://qisthon.dagdigdug.com/entrepreneur-bisnis-dan-uang-tunai/</link>
		<comments>http://qisthon.dagdigdug.com/entrepreneur-bisnis-dan-uang-tunai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 10:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Blogpreneur]]></category>

		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qisthon.dagdigdug.com/entrepreneur-bisnis-dan-uang-tunai/</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis punya uang tunai dulu, itu sudah lumrah. Tapi tak benar, tak mungkin memulai bisnis tanpa uang tunai.
Barangkali ini menjadi tantangan untuk mencari entrepreneur sejati, Mungkinkah kita mulai bisnis tanpa memiliki uang tunai? Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan pemikiran kita, maka akan banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bisnis punya uang tunai dulu, itu sudah lumrah. Tapi tak benar, tak mungkin memulai bisnis tanpa uang tunai.</p></blockquote>
<p>Barangkali ini menjadi tantangan untuk <a title="Mencari Blogpreneur Sejati " href="http://qisthon.com/mencari-blogpreneur-sejati/" target="_blank">mencari entrepreneur sejati</a>, Mungkinkah kita mulai bisnis tanpa memiliki uang tunai? Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan pemikiran kita, maka akan banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi masalah permodalan untuk kita bisa memulai bisnis. Cuma masalah permodalan untuk kita bisa memulai bisnis.</p>
<p>Cuma masalahnya, darimana duit itu berasal? Logikanya, semua bisnis itu membutuhkan modal uang. Memang, kebanyakan kita selalu mengeluh ketiadaan modal uang sebagai alasan mengapa kita &#8220;enggan&#8221; berwirausaha. Padahal, modal yang paling vital sebenarnya bukanlah uang, tetapi modal non-fisik, yakni berupa motivasi dan keberanian memulai yang mengebu-gebu.</p>
<p>Saya yakin, jika hal itu sudah bisa dipenuhi, maka mencari modal uang bukanlah persoalan yang tidak mungkin, meski secara pribadi kita tidak memiliki uang. Sementara kita telah tahu, bahwa peluang bisnis telah ada di depan mata. Tentu, alangkah baiknya jika kita tidak menundanya untuk memulai berbisnis. Toh kita tahu, bahwa sebenarnya banyak sumber permodalan. Seperti uang tabungan, uang pesangon, pinjam di bank dan di koperasi atau dari lembaga keuangan atau dari pihak lainnya.</p>
<p>Namun, jika kita ternyata tidak memiliki uang tabungan, uang pesangon atau katakanlah belum ada keberanian untuk meminjam uang di bank atau koperasi, saya kira kita juga tidak perlu risau. Karena ada cara untuk memulai bisnis, meski kita tidak memiliki uang tunai sekalipun. Contohnya, kita bisa menjadi seorang perantara. Misalnya, menjadi perantara jual beli rumah, jual beli motor dan lain-lain. Keuntungan yang kita dapat bisa dari komisi penjualan atau cara lain atas kesepakatan kita dengan pemilik produk.</p>
<p>Saya yakin, kita pasti bisa melakukannya. Kita bisa juga membuat usaha dengan cara konsumen melakukan pembayaran di muka. Dalam hal ini, kita bisa mencari bisnis dimana konsumen yang jadi sasaran bisnis kita itu mau membayar atau mengeluarkan uang dulu sebelum proses bisnis, baik jasa maupun produk, itu terjadi.</p>
<p>Misalnya bisa dilakukan pada bisnis jasa, seperti industri jasa pendidikan. Dimana, siswa diwajibkan membayar dulu didepan sebelum proses pendidikan itu terjadi. Bisa juga misalnya, ada orang yang memesan barang pada kita, namun sebelum barang yang dipesan itu jadi, pihak konsumen sudah memberikan uang muka dulu. Artinya, itu sama saja kita telah diberi modal oleh konsumen.</p>
<p>Masih ada cara lain memulai bisnis tanpa kita memiliki uang tunai. Contohnya, menggunakan sistem bagi hasil. Biasanya, cara bisnis model ini banyak diterapkan pada Rumah Makan Padang. Dimana kita sebagai orang yang memiliki keahlian memasak, sementara patner bisnis kita sebagai pemilik modal uang. Kita bekerjasama dan keuntungan yang didapat pun dibagi sesuai kesepakatan bersama.</p>
<p>Atau kita mungkin ingin cara lain? Tentu masih ada. Contohnya, kita bisa melakukannya dengan sistem barter dengan pemasok, dan kita pun jika memiliki keahlian tertentu, mengapa tidak saja menjadi seorang konsultan. Selain itu, bisa saja dengan cara kita mengambil dulu produk yang akan diperdagangkan, hanya untuk pembayarannya bisa kita lakukan setelah produk tersebut terjual pada konsumen.</p>
<p>Tentu, masih banyak cara lain untuk kita memulai bisnis tanpa uang tunai. Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya kita tidak perlu berkecil hati atau takut dipandang rendah, bila ternyata kita memang tidak memiliki uang tunai namun berhasrat untuk memulai bisnis. Saya yakin, dengan kita memiliki kemauan besar menjadi seorang wirausahawan atau entrepreneur, maka setidaknya akan selalu ada jalan untuk memulai bisnis.</p>
<p>Nyatanya, tidak sedikit pengusaha yang telah meraih keberhasilan meski saat memulai bisnisnya dulu tanpa memiliki uang tunai. Itu menunjukkan bahwa tidak benar kalau ada yang mengatakan &#8220;Tak mungkin kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai.&#8221; Kuncinya sebetulnya terletak pada motivasi dan keberanian kita memulai bisnis yang mengebu-ngebu. Hanya saja, untuk cepat meraih sukses - apalagi tanpa memiliki uang tunai - itu tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan. Semuanya membutuhkan perjuangan.</p>
<p>Bagaimana dengan bisnis online atau lewat blog, yang biasa disebut dengan istilah blogpreneur? Apakah kita juga perlu uang tunai untuk menjadi seorang <a title="Mencari Blogpreneur Sejati " href="http://qisthon.com/mencari-blogpreneur-sejati/" target="_blank"><strong>Blogpreneur Sejati</strong></a>?</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://qisthon.dagdigdug.com/?p=58&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_58" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qisthon.dagdigdug.com/entrepreneur-bisnis-dan-uang-tunai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Memberikan Komentar</title>
		<link>http://qisthon.dagdigdug.com/etika-memberikan-komentar/</link>
		<comments>http://qisthon.dagdigdug.com/etika-memberikan-komentar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 04:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[etika]]></category>

		<category><![CDATA[komentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qisthon.dagdigdug.com/etika-memberikan-komentar/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata ada aturan atau tepatnya etika dalam memberikan komentar di blog, apa saja itu?
Inilah 10 aturan berkomentar di blog:

 Baca sebelum menulis
 Sopan
 Senyum
 Kontribusi
 Jangan rendah diri
 Bila ragu, tanyakan!
 Buatlah kesan yang baik
 Jangan menyulut
 Humor
 Kembalilah

Untuk mendapatkan penjelasan masing-masing poin tersebut, Anda bisa membacanya dalam posting 10 Aturan Komentar.
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata ada aturan atau tepatnya <a title="Etika Komentar" href="http://qisthon.dagdigdug.com/etika-memberikan-komentar/" target="_blank">etika</a> dalam memberikan komentar di blog, apa saja itu?<br />
Inilah 10 aturan berkomentar di blog:</p>
<ol>
<li> Baca sebelum menulis</li>
<li> Sopan</li>
<li> Senyum</li>
<li> Kontribusi</li>
<li> Jangan rendah diri</li>
<li> Bila ragu, tanyakan!</li>
<li> Buatlah kesan yang baik</li>
<li> Jangan menyulut</li>
<li> Humor</li>
<li> Kembalilah</li>
</ol>
<p>Untuk mendapatkan penjelasan masing-masing poin tersebut, Anda bisa membacanya dalam posting <a title="Etika Komentar" href="http://qisthon.com/10-aturan-komentar/" target="_blank">10 Aturan Komentar</a>.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://qisthon.dagdigdug.com/?p=7&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_7" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qisthon.dagdigdug.com/etika-memberikan-komentar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Burung Rajawali</title>
		<link>http://qisthon.dagdigdug.com/kisah-burung-rajawali/</link>
		<comments>http://qisthon.dagdigdug.com/kisah-burung-rajawali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 17:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[rajawali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qisthon.dagdigdug.com/kisah-burung-rajawali/</guid>
		<description><![CDATA[Konon burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya. Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.
Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon <a title="Rajawali" href="http://qisthon.dagdigdug.com/kisah-burung-rajawali/" target="_blank">burung rajawali</a> adalah burung yang paling panjang usianya. Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah sebuah pilihan bagi seekor rajawali, apakah dia ingin hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.</p>
<p>Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.</p>
<p>Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi.</p>
<p>Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matukkan paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh barunya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya.</p>
<p>Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://qisthon.dagdigdug.com/?p=9&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_9" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qisthon.dagdigdug.com/kisah-burung-rajawali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
