Dibutuhkan pahlawan dan negarawan sejati yang mau berjuang mengembalikan jati diri bangsa dan negara, bukan sekadar untuk memperkaya diri sendiri. Ketika keteladanan bagi generasi muda diperlukan sosok pahlawan yang berjiwa negarawan dan nasionalis. Bangsa ini membutuhkan pahlawan baru dan negarawan masa kini yang memiliki sikap tegar dalam membela kebenaran serta berani berkorban untuk menanggalkan keegoisan, sebagaimana pesan historis hari pahlawan bahwa pengorbanan berlaku di mana
Peingatan peristiwa 64 tahun silam itu mengingatkan kita pada bangkitnya heroisme, patriotisme dan nasionalisme rakyat kita guna membela proklamasi Kemerdekaan Indonesia lengkap dengan segala macam taruhannya.. bahkan nyawa dan darah sekalipun. . Ibu Kota Negara Hilang Lenyap Terendam Air , Pidato Bung Tomo Penuh Semangat Patriotisme , Hari Pahlawan, Bung Karno, Reformasi dan Kemiskinan Rakyat , Mengembalikan Jati Diri Bangsa Posted by KangBoed Filed in Berita Daerah ,
Mengembalikan Jati Diri Bangsa.. hahaha.. kok Mengembalikan Jati Diri Bangsa.. yayaya.. jika kita melihat dan mereview kembali perjalanan negeri ini.. maka Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah langkah awal dari perjalanan untuk membangun Peingatan peristiwa 64 tahun silam itu mengingatkan kita pada bangkitnya heroisme, patriotisme dan nasionalisme rakyat kita guna membela proklamasi Kemerdekaan Indonesia lengkap dengan segala macam taruhannya.. bahkan nyawa dan darah
Hilangnya nasionalisme, patriotisme, dan meningkatnya sikap pragmatisme dan hedonisme. Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Narkoba, salah satu penyebab utama rusaknya kaum muda di Indonesia Dampak di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap jati diri bangsa. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau luntur. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak tahu sopan santun dan cenderung tidak peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka.
Seharusnya orang tua memberikan banyak pengetahuan yang berkaitan dengan jati diri dan budaya bangsa. “Orang tua wajib memiliki sikap ing ngarsa sung tuladha, ing madya mbangun karsa, dan tut wuri handayani.
Berbicara tentang mengembalikan jati diri bangsa adalah suatu proses penumbuhan dan pengembangan kembali nilai-nilai luhur yang terpancar dari hati nurani melalui mata hati dan direfleksikan dalam pemikiran, sikap, dan perilaku. Semangat nasionalisme yang dahulu dibangun dan diberdayakan untuk mengusir penjajah, sekarang harus dijadikan sebagai landasan untuk membangun dan mengembalikan jati diri bangsa, agar menjadi bangsa yang maju, terhormat, dan bermartabat,